Showing posts with label Reflect. Show all posts
Showing posts with label Reflect. Show all posts

Monday, 1 November 2021

Hujan November

Hari pertama November
Hawa basah tanah
Lembab udara berair

Titik-titik yang turun ke bumi. Entah berapa lama akan berhenti. Tercenung dalam suasana, mendekap dingin menatap langit.

Ahoy... 
Panggilan yang kuat itu, kembali membawa ke niatan awal yang puluhan tahun tertunda. 
Terpikir berapa lama sudah  meninggalkan jalur kehidupan, yang sendari dulu ditanamkan bahwa ini yang diinginkan.

Terlempar juga pada adegan kilas balik, kapankah terakhir nyawa memperhatikan badan. Raga yang tergerus jaman, selama ini yang dipegang adalah kewajiban jiwa saja, maka ia mengesampingkan raga yang menjadi kering akan keinginan.

Akankah akankah...
Melambai-lambai angan
Dalam hujan bulan November
Hari pertama..

Thursday, 15 August 2019

Keep Moving

After some times
being stopped by blockhead
I decided to continue writing

you know, the feeling
if you suddenly lost an idea
don't know where where to go
with your writing
you don't know where the story will bring you
and finally you feel all your effort is useless
you stay stuck, cannot say a word
cannot type a word

 Free to Write
Like someone trapped inside a locker
you cannot move freely
Expressing idea or opinion
or even tells your story to others.

You feel you are disable
You would like to move
but you are not able to do it

Until someday, you see the light
and you can hope that you will be free again.

This will make want to move.
Once you are free, you will have to keep moving...

"Life is like riding a bicycle, to keep balance, you need to keep moving ~Albert Einstein~"

Thursday, 26 January 2017

Mendongeng

Mendongeng adalah kegiatan menceritakan cerita untuk orang lain, bisa dilakukan dengan cara menceritakan, atau dengan membacakan.  Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh orangtua, kebanyakan Ibu. Dilakukan di malam hari, ketika buah hati masuk ke dalam waktu tidur, membacakan cerita-cerita menarik untuk anak-anaknya.

Mendongeng, sebetulnya adalah peristiwa mentransfer, dimana dipindahkanlah nafas, imaji, keinginan, teladan, diharapkan memberikan pengaruh baik bagi yang mendengarkan. Memberikan teladan baik bagi yang menyimak. Disinilah gita batin berdenting, melalui kedekatan anak dan orang tua, tercipta untaian tali batin.

Sang Ibu membacakan, di dalam nafasnya yang lelah setelah seharian mengurusi rumah yang tidak habis-habis dan tidak beres-beres ceritanya. Ibu menjadi tokoh utama dalam dongeng yang diciptakannya sendiri. Anak yang hatinya bergetar, mendengarkan dengan seksama setiap kata-kata yang dikatakan oleh Ibu, melintas cerita ke dalam imaji, menghantar mimpi dalam tidur lelap.

Indah ya?

Adakah kita pernah ingat orangtua yang membacakan cerita pengantar tidur? Ataukah kita sendiri yang mengantarkan tidur anak dengan mendongeng?

Walaupun hanya singkat, cerita pendek, tetapi getaran suara kita yang beresonansi, mampu menembus kalbu anak. Untuk itu, bacakanlah cerita baik dan teladan, agar kebaikan tinggal di hati anak kita. Ceritakanlah mimpi, agar kuat keinginan anak kita untuk meraih mimpinya. Hembuskan nafas baik agar baik hasilnya di masa depan.

Monday, 12 March 2012

Pakai Tiga Filter


SOCRATES terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. 

Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, 

"Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?"

"Tunggu sebentar," 

Socrates menjawab. 
"Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut 
Triple Filter Test."

Filter pertama adalah KEBENARAN.

"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?"

"Tidak," jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu."

"Baik," kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar." 

Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua. 

Filter ke 2 adalah  KEBAIKAN.

"Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?"

"Tidak, malah sebaliknya..."

"Jadi," Socrates melanjutkan, 

"Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar." 

Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, 

masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.

Filter ke 3 yaitu KEGUNAAN.

"Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?"

"Tidak, sama sekali tidak."

"Jadi," Socrates menyimpulkannya, 

"bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, 
bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, 
mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?"

Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat.

Mari gunakan Triple Filter Test setiap kali kita mendengar sesuatu tentang teman kita. 

Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima. 

Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan tanpa menyakiti hati orang lain. 
Tulisan ini saya tulis sebagai pengingat dan alat evaluasi bagi diri saya sendiri dan orang lain yang membutuhkan. Thanks to Lily for sending me these  precious things.


Wednesday, 29 December 2010

Refleksi Part 1

Makin ke ujung tahun 2010, makin banyak berpikir tentang banyak hal. Dari semua perjalanan yang terlewat, mudah-mudahan dapat memetik pelajaran dan menjadi bekal untuk jalan ke depan.

Peristiwa-peristiwa yang lewat dan terlewat, ada senang, sedih, bahagia, haru, duka dan bahkan ada sesal. Untuk bagian terakhir ini, semakin dilihat semakin merasa menyesal. Seringkali terpikir jika saja ada cara untuk kembali ke masa dahulu, tentu akan begini-begitu. Memang menyesal selalu datang belakangan. Tetapi, ingin peristiwa menyesal ini menjadi pelajaran. Seperti kata Musashi : "Berusaha tidak akan menyesal, tidak akan berbuat sesuatu yang bikin menyesal, dan jika harus berbuat sesuatu yang akan disesali dikemudian hari, juga tidak akan menyesalinya." 

Musashi mengajarkan saya tentang penyesalan, pertimbangan dan resiko sebelum menyesal, dan masa lalu adalah masa lalu, maka janganlah hidup di masa lalu.

Ketiga hal ini, tidak mudah dilakukan. Bertahun-tahun saya mencoba konsisten, dengan ajaran ini.. tetap saya menyesal dan tidak dapat merelakan penyesalan saya yang terus merasa saya bisa melakukan lebih baik daripada yang saya lakukan waktu itu. Bertambah lagi, satu pelajaran, orang bilang : "Do the best, let God do the rest".  Melakukan sesuatu, di dalamnya ada pasrah dan doa yang menjadi kekuatan, yang mana seringkali terlupa untuk dipanjatkan, walaupun Tuhan selalu sedia mendengarkan. 

Alpa. Itu kelemahan terbesar. Alpa menyebabkan tidak konsisten, tidak efektif, malas dan menyesal. Semuanya ini harus di BUANG. So, from now on,, make up your mind, jika ingin maju dan berhasil, berlakulah seperti orang yang berhsil, jikaingin kaya, berpikirlah seperti orang kaya, jika ingin dipandang bertutur katalah selayaknya orang yang terpandang.

Pelajaran yang tidak boleh dilupakan.