Thursday, 26 January 2017
Mendongeng
Mendongeng, sebetulnya adalah peristiwa mentransfer, dimana dipindahkanlah nafas, imaji, keinginan, teladan, diharapkan memberikan pengaruh baik bagi yang mendengarkan. Memberikan teladan baik bagi yang menyimak. Disinilah gita batin berdenting, melalui kedekatan anak dan orang tua, tercipta untaian tali batin.
Sang Ibu membacakan, di dalam nafasnya yang lelah setelah seharian mengurusi rumah yang tidak habis-habis dan tidak beres-beres ceritanya. Ibu menjadi tokoh utama dalam dongeng yang diciptakannya sendiri. Anak yang hatinya bergetar, mendengarkan dengan seksama setiap kata-kata yang dikatakan oleh Ibu, melintas cerita ke dalam imaji, menghantar mimpi dalam tidur lelap.
Indah ya?
Adakah kita pernah ingat orangtua yang membacakan cerita pengantar tidur? Ataukah kita sendiri yang mengantarkan tidur anak dengan mendongeng?
Walaupun hanya singkat, cerita pendek, tetapi getaran suara kita yang beresonansi, mampu menembus kalbu anak. Untuk itu, bacakanlah cerita baik dan teladan, agar kebaikan tinggal di hati anak kita. Ceritakanlah mimpi, agar kuat keinginan anak kita untuk meraih mimpinya. Hembuskan nafas baik agar baik hasilnya di masa depan.
Monday, 28 October 2013
Sumpah Pemuda
Hari ini bakal jadi hari yang panjang, dengan adanya serangkaian upacara dan sebagainya. Namun, intinya hari ini kita diingatkan kembali bagaimana dan seperti apa semangat para pemuda pada jaman kemerdekaan dulu, ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Semangat bertumpah darah satu, berbangsa satu, tanah air Indonesia, Bangsa Indonesia, saat ini, semakin hari semakin pudar. Saya tidak akan membahas satu-satu, karena kalo hal ini saya bahas di sini, dan jadi konsumsi Internasional, saya juga tidak mau. Hanya saya ingin menyorot satu hal. Yaitu tentang bahasa.
Bayangkan jika kita, bangsa Indonesia tidak mempunyai bahasa yang merupakan bahasa pemersatu. Pastinya, akan banyak misunderstanding diantara bangsa sendiri. Namun, agak geser sedikit topiknya, masih tentang bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia, saya agak prihatin karena Bahasa Indonesia kurang populer dikalangan orang muda, dimana kedudukannya digantikan oleh bahasa gaul... ahem, yang entah benar atau tidak, jadi Bahasa Indonesia yang dikenal di Internasional. Bayangkan suatu hari saya menemukan setelan di browser Google dengan bahasa "nggak", bukannya "tidak".
Hal ini, jadi Pe-er ya, orang muda? Karena tanpa Anda, tidak akan pernah ada sebuah negara. Benar?
Thursday, 24 October 2013
Exhausting Day
Gaya ya? Biarlah, saya belajar menyapa. :-)
Hari ini saya menulis begini : "Exhausting Day".
Well, pasti tahu lah walau saya tidak jelaskan. Betul, hari ini adalah hari yang melelahkan.
Saya mulai merasa begitu ketika pagi ini naik angkot (lagi), mulai kejar-kejaran lagi dengan waktu dan juga dengan angkot.
Catatan yang bikin hari ini dimulai dengan rasa capek adalah, berangkat buru-buru. Ketika Anda buru-buru, niscaya nafas terengah-engah dan jantung bekerja 2 kali lebih cepat. Jelas hal ini bikin capek.. Kemudian, di angkot. People di angkot, sama sekali tidak ingin terganggu, sehingga tidak ada yang mau menggeser tempat duduknya supaya saya bisa nyempil dikit di jok angkot. Kalau badan saya kecil, mungkin saya akan merasa dirugikan karena jatah duduk saya di angkot cuma sekedar small space dan itu karena saya kecil. Oke, itu baru masalah duduk di dalam angkot. Ada baiknya angkot tidak dilengkapi sofa, karena penumpangnya bisa selonjoran seenaknya.
Yang berikutnya adalah, lari-lari mengejar angkot. Jika mulai ada polisi yang berpatroli, maka harus siap lari-lari melewati tempat Pak Polisi berdiri, karena angkot baru mau berhenti setelah melewati Pak Polisi. Mungkin prinsipnya "Jangan depan guwe ye, brentinye!". Jadi kalo di belakang Pak Polisi, boleh dong?
Mestinya sudah mulai dipikirkan tempat berhenti angkot yang pas, seperti halte bus di negara-negara lain, begitu. Walaupun pada akhirnya akan bikin saya tambah capek.
Selebihnya, saya capek karena termotivasi untuk capek. Hari ini, pagi ini, seperti ada warning, otak saya memutar otomatis daftar pekerjaan atau to do list yang harus selesai hari ini. Banyak sekali yang harus saya kerjakan dan saya sudah bilang capek di awal. Akankah tugas saya selesai? Jika sudah begini, jamin 50% dari hari ini bakalan beneran capek. Untuk itu, perlu diingat bahwa kita perlu maintain mood dan spirit kita di pagi hari. Importante!
Oh iya, saya tidak menolak dan tidak menerima, ternyata memang kalau bukan untuk saya, hal itu tidak akan datang. Pekerjaan yang saya ceritakan kemarin itu, tidak ada yang datang ke saya ataupun saya tolak. akhirnya, Problem Solved. Kalau begini, spirit saya bisa naik lagi.
Happy Working !!!!
Wednesday, 23 October 2013
Tolak atau terima?
Sebetulnya, ada hal yang menggelitik, karena kemarin saya dimintai tolong untuk buat sesuatu, design sih... Tapi ini yang justru bikin tergelitik. Otak saya bilang tolak, hati saya bilang terima.
Biasanya jika ada pekerjaan bareng begini, wajar jika saling minta tolong antar personel. Terlebih lagi yang sifatnya harus selesai segera. Pekerjaan yang punya tengat waktu, menurut saya ini sebenarnya menantang. Semakin besar tantangannya, semakin besar kepuasannya jika selesai tepat waktu. Apalagi jika hasilnya memuaskan. Mission accomplished. Tetapi yang sering terjadi, saya malah terjebak. Karena ingin menerima tantangan, tugas pun diterima walaupun tak menghiraukan kata otak yang jelas harus berpikir bagaimana caranya supaya pekerjaan selesai.
Nah, situasi menjebak ini yang saya antisipasi pagi ini.
Kembali otak saya bilang, ga akan mungkin, kurang waktu, schedule penuh, ga akan selesai. Hati saya menarik-narik, bilang bikin-bikin...bantu-bantu...walahhhh...
Kalo saya terima, jelas waktunya akan jadi problem apalagi kalo stuck ditengah. Kalo ga terima hati saya jerit-jerit, payah...payah...
Jadi tolak atau terima? Jujur, saya blom bisa putuskan. Padahal saya dah nyampe tempat kerja. Hmmmm....
Tuesday, 22 October 2013
Penyelamat
Kenyataan bahwa hal kecil ini sering terlupakan karena tak diperhatikan, tak diperhatikan karena sering tak diperhitungkan. Dikatakan tidak diperhitungkan karena kecil sekali. Kayak plankton.
Apapun itu, hari ini feel grateful karena hal kecil. Ketika people satu angkot (saya naik angkot) menarik napas lega karena dengan naiknya saya ke angkot itu. Mengapa? karena dengan naiknya saya ke angkot itu, berarti angkot segera berangkat dan ga ngetem lagi.
Hehehe.... Otomatis, saya jadi penyelamat ya?
Well, I wonder... Ada peristiwa kecil serupa lagi ga ya, hari ini? .. Have a wonderful day today!!!
Sunday, 27 January 2013
Aku adalah aku
Aku adalah aku
Takkan pernah ada yang seperti diriku
Aku istimewa karena keunikanku
Aku adalah angan-angan dan mimpi-mimpi
Akulah cahaya
Cinta dah harapan
Pelukan dan kadang air mata
Akulah kata-kata cinta
Aku juga sapuan biru, hijau, merah, kuning, ungu, jingga dan
Warna-warna lain yang entah apa.
Aku adalah langit, laut dan tanah
Aku bisa mempercayai, tapi juga bisa merasa takut
Aku bersembunyi, tapi tidak menutup-nutupi apapun
Aku bebas
Aku adalah anak kecil yang menjelang dewasa
Aku adalah diriku, dan aku menerimanya dengan senang.
Beth Schaffer, 15 tahun
Mimpi anak-anak
Semuanya cukup baik
Semuanya benar
Semuanya layak mempunyai rumah
Dan tempat tidur hangat di malam hari
Semua orang memerlukan teman
Semua orang memerlukan ruang
Semua orang diperlukan sama
Jadi, mengapa mereka saling berlomba?
Mungkin masalah satu-satunya
Adalah ada yang tidak bisa menerima
Bahwa bukan orang lain yang membuat masalah
Tapi kau sendiri dan aku
Kalau kita mau bekerja sama
Menjadi satu tim, kau dan aku
Mungkin kita bisa membangun kembali dunia ini
Dan membuat impian kita menjadi kenyataan?
Jody Suzanne Waitzman, 13 tahun
Wednesday, 23 January 2013
Penemuan
Tempat-tempat jauh
Peristiwa-peristiwa yang berlalu
Wajah-wajah yang menarik
Membuatmu tertawa
Membuatmu menangis
Kota-kota yang belum pernah kudatangi
Namun, bisa kulihat
Misteri-misteri tak terpecahkan
Namun, bisa kuuraikan
Di kursi samping tempat tidurku
Gunung-gunung tinggi yang belum kujelajahi
Di halaman-halaman yang kubaca
Tujuh samudra sudah kuarungi
Kisah-kisah di lembaran-lembaran itu
Menggambarkan dengan indah
Fabel-fabel penuh mistis
Hanya buku yang bisa mengutarakannya
Jesse Damazo, 14 tahun.
Wednesday, 26 September 2012
Narkoba itu....
At this time, don't get too serious, ok?
Sebagaimana biasanya, orang yang capek bekerja, mencari penyeimbang dan refreshment dengan cara becanda.
Kali ini becandaan yang baru dan bikin saya ngakak-ngakak sambil membelalakan mata tak percaya adalah soal narkoba.
Seperti halnya Alam, pelantun lagi sabu alias sarapan bubur.....saya menemukan lagi hal yg unexpected, diluar perbendaharaan gurauan yang biasa saya punya. Yang sekarang adalah narkoba....yang artinya ternyata : "NAsi goReng, nasi KOneng, jeung BAla-bala...."
Gubrakkk!!! Tak menyangka. Ternyata.
Ya, beginilah dunia saya dan teman-teman di Jawa Barat ini. Permainan kata, kata-kata yang dibolak-balik, singkatan-singkatan, menjadi gurauan lucu yang menyegarkan, di hari sibuk...di hari panas....tetap semangat!!!
(catatan di tengah rapat yang menjemukan. ...... :( :p @_^)
Saturday, 21 April 2012
Langit Bandung 08:26

Pagi ini, saya sedang berdiri di lantai 3 sebuah bangunan. Langit terang, tapi berawan.
Inilah kota ini saat ini. Langitnya tak lagi biru jernih. Awan yang terlihat itu, bukanlah awan... akan tetapi kumpulan kabut polusi yang menutupi jalannya sinar matahari.
Untuk kota yang sejuk seperti Bandung, polusi seperti ini jadi ancaman bagi para penduduk. Maka jangan heran, banyak terjadi kasus gangguan pernapasan.
Saya jadi ingat, 5 tahun lalu, saya pergi ke dataran paling tinggi di kota ini. Sebetulnya, tempat itu adalah tempat nongkrong, rumah makan... namanaya "warung daweung". Dari situ kita bisa lihat ujung-ujungnya Bandung dari timur ke barat.
Saya melihat kota ini ditutupi awan kabut hitam padahal diatasnya langit cerah dan matahari bersinar terang. Kunjungan saya kesitu adalah yang kedua kali, yang pertama adalah 2 tahun sebelumnya...jadi sekitar 7 tahun yang lalu.
Tujuh tahun lalu, langit Bandung bersih dan terang benderang. Tidak ada polusi. Lima tahun lalu, sudah mulai kelihatan kabut hitam itu dan dalam 2 tahun perubahannya sangat banyak.
Langit Bandung pagi ini, pastilah lebih banyak polusinya dari 5 tahun lalu. Sayang, padahal sinar matahari Bandung itu romantis, dan di langit biru itu tadinya semua cerita ada disana. Mudah-mudahan segera ada perbaikan yang bisa dilakukan ya... apalagi setelah banyaknya pohon yang hilang. Rasanya kita warga Bandung, harus segera memikirkan upayanya.
Thursday, 12 April 2012
coffee time

I'm designing a template for a new blog-coffee time. It is not just about coffee, but more about the talk in a coffee time....
Friday, 28 October 2011
Cinta itu..., siapa ya?
Wednesday, 7 September 2011
Memaafkan orang lain
"Mario__Teguh: Memaafkan itu terkadang sangat berat namun dibandingkan beban yg kamu pendam saat tdk mau memaafkan itu lebih berat lagi."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/111391043940913153
Kalau dilihat, secara pergaulan saya ini adalah termasuk kaum minor. Tidak terlalu bisa bergaul, hingga pada akhirnya suatu saat, saya memilih jadi tidak mau bersusah payah bergaul. Dalam kumpulan, saya lebih memilih untuk diam dan sendiri, karena saya tidak mau bersusah payah menyesuaikan diri, tidak mau repot ikut pembicaraan-pembicaraan umum, apalagi ber gosip. Saya hanya bersikap "Leave me alone, saya tidak mau mengganggu dan tidak mau diganggu!" Saya merasa nyaman dengan sikap saya itu.
Saya menyimpannya dalam sebuah lemari khusus di hati saya.
Cerita saya disakiti keluarga, dicerca, dituduh, difitnah, semuanya lengkap-kap didalamnya.
Jika ditanya, pernahkah saya mencoba membuka kembali dan memaafkan, jawabnya tidak pernah.
Di dalam pikiran saya, saya berpendapat, mengapa saya harus memaafkan mereka yang selama ini, satupun belum pernah ada yang minta maaf atas perlakuan mereka pada saya. Sungguh tidak sebanding dengan apa yang saya lakukan. Saya, si pendendam ini, sedikitnya tahu caranya minta maaf, dan itu saya lakukan.
Pribadi menyenangkan
"Mario__Teguh: Kalau kita menginginkan hubungan yg baik dgn orang lain tetap terjaga maka kita harus menjadi pribadi yg menyenangkan."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/111387187265814528
Kadang saya juga bertanya, mengapa kita harus menjadi pribadi menyenangkan, seandainya diri sendiri dalam keadaan tidak senang.. maka harus bagaimana? Apakah dalam dunia pergaulan, orang lain lebih utama dari diri sendiri?
Betul, semua orang senang bergaul dengan orang yang menyenangkan.
Tapi sebelum menjadi pribadi yang menyenangkan, baiknya jadilah diri sendiri.
Menurut saya, tak apa jadi pencemberut, penggerutu, asalkan dalam batas yang wajar. Pencemberut, penggerutu, juga bukannya tidak punya sisi baik kan?
Jika selalu sisi menyenangkan yang kita lihat, suatu hari ketika pribadi menyenangkan itu sedang tidak bisa menyenangkan, apakah masih ada yang akan tinggal bersamanya.
Mustahil, jika semua arahan yang diterima, anda harus jadi pribadi menyenangkan buat orang lain.
Monday, 5 September 2011
keteguhan..
"Mario__Teguh: Keteguhan mengiringi jalan kesuksesan seseorang; Tekad & kegigihan dibutuhkan untuk sampai ke arah tujuan."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/110685180095762432
Semua dari kita ingin sekali mencapai yang namanya sukses.
Hanya saja jalan yang ditempuh pasti akan berbeda.
Teman yang satu sudah punya rumah, belum beristri.
Yang satu lagi sudah berkeluarga tetapi rumah belum terbeli.
Tergantung dari apa yang menjadi target orang tersebut, yang ini memang tak pernah bisa sama.
Namun dari semuanya, berusaha mewujudkan, mencapai hal yang diinginkan, meraih sukses.. memerlukan keteguhan.
Artinya ketetapan hati sikap dan pelaksanaan yang dipegang untuk mencapai tujuan.
Perlu tekad alias niat yang kuat, serta kegigihan, usaha terus menerus yang keras demi mencapai tujuan.
Kadang tanjakan terlalu curam sehingga sulit mengayuh mencapai puncak bukit.
Maka kembalilah kepada niatan awal, apa tujuan kita.
Sertai dengan tekad dan doa, serta dengan usaha yang gigih.
Terus berusaha, sampai ke tujuan.
Sunday, 7 August 2011
Bandung minggu pagi
Cuacanya, hawanya, warnanya...
Monday, 6 June 2011
Catatan Senin 5 Juni 2011
Belajar dari AKAR
Ia begitu GIGIH mencari air
Menembus tanah yang keras
Demi sebatang pohon
Ketika pohon tumbuh dan rimbun
Memiliki bunga indah
dan lalu berbuah
Banyak orang memuji pohon tersebut
Apakah akar mendapat pujian?
Tentu tidak!
Tak ada yang melihatnya
Ia tersembunyi di dalam tanah
Terus melakukan tugasnya
Tanpa mengeluh !!!
Dari cerita akar ini, kita belajar tentang ketulusan dan kerendahan hati. Perbuatlah dengan segenap hatimu, maka bunga yang indahpun pasti akan muncul. Tabah dalam setiap perjalanan. Bersabar dan tak goyah dalam banyak cobaan.
Well, semoga tulisan ini jadi inspirasi bagi yang membacanya.
Selamat beraktifitas !!!
Monday, 28 February 2011
Back To The Old Day (Part 1)
It is one of several place for Tuna Netra in Indonesia, where people that loose their vision, educated and learn how to survive their life. I went there when I was 13 years old, when I was in secondary school. I was reading for them, and became their eyes at that time. From them, I learn so many things, including my English. They were good in English Literature, They sometimes made my spelling better by making a correction on my pronunciation. I sometimes help them to write a letter. Hmm.. amazing and incredible person lives there.Friday, 18 February 2011
Lagu Daerah - Kebudayaan
Sedikit pemikiran tentang kebudayaan :
Jika kita sendiri tidak sadar dengan adanya kebudayaan kita sendiri, tidak mungkin usaha melestarikannya berhasil.
Makanya, jangan kaget kalau suatu hari tiba-tiba di claim sama orang lain. Wajar aja, wong lagu daerah sendiri aja ga tau, apalagi sampai diplesetin. Wah!

