Showing posts with label Talk. Show all posts
Showing posts with label Talk. Show all posts

Thursday, 26 January 2017

Mendongeng

Mendongeng adalah kegiatan menceritakan cerita untuk orang lain, bisa dilakukan dengan cara menceritakan, atau dengan membacakan.  Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh orangtua, kebanyakan Ibu. Dilakukan di malam hari, ketika buah hati masuk ke dalam waktu tidur, membacakan cerita-cerita menarik untuk anak-anaknya.

Mendongeng, sebetulnya adalah peristiwa mentransfer, dimana dipindahkanlah nafas, imaji, keinginan, teladan, diharapkan memberikan pengaruh baik bagi yang mendengarkan. Memberikan teladan baik bagi yang menyimak. Disinilah gita batin berdenting, melalui kedekatan anak dan orang tua, tercipta untaian tali batin.

Sang Ibu membacakan, di dalam nafasnya yang lelah setelah seharian mengurusi rumah yang tidak habis-habis dan tidak beres-beres ceritanya. Ibu menjadi tokoh utama dalam dongeng yang diciptakannya sendiri. Anak yang hatinya bergetar, mendengarkan dengan seksama setiap kata-kata yang dikatakan oleh Ibu, melintas cerita ke dalam imaji, menghantar mimpi dalam tidur lelap.

Indah ya?

Adakah kita pernah ingat orangtua yang membacakan cerita pengantar tidur? Ataukah kita sendiri yang mengantarkan tidur anak dengan mendongeng?

Walaupun hanya singkat, cerita pendek, tetapi getaran suara kita yang beresonansi, mampu menembus kalbu anak. Untuk itu, bacakanlah cerita baik dan teladan, agar kebaikan tinggal di hati anak kita. Ceritakanlah mimpi, agar kuat keinginan anak kita untuk meraih mimpinya. Hembuskan nafas baik agar baik hasilnya di masa depan.

Monday, 28 October 2013

Sumpah Pemuda

Walau saya sudah bukan golongan pemudi-pemuda, tapi tetap saya mau ucapkan "Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda".

Hari ini bakal jadi hari yang panjang, dengan adanya serangkaian upacara dan sebagainya. Namun, intinya hari ini kita diingatkan kembali bagaimana dan seperti apa semangat para pemuda pada jaman kemerdekaan dulu, ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Semangat bertumpah darah satu, berbangsa satu, tanah air Indonesia, Bangsa Indonesia, saat ini, semakin hari semakin pudar.  Saya tidak akan membahas satu-satu, karena kalo hal ini saya bahas di sini, dan jadi konsumsi Internasional, saya juga tidak mau. Hanya saya ingin menyorot satu hal. Yaitu tentang bahasa.

Bayangkan jika kita, bangsa Indonesia tidak mempunyai bahasa yang merupakan bahasa pemersatu. Pastinya, akan banyak misunderstanding diantara bangsa sendiri. Namun, agak geser sedikit topiknya,  masih tentang bahasa pemersatu, Bahasa Indonesia, saya agak prihatin karena Bahasa Indonesia kurang populer dikalangan orang muda, dimana kedudukannya digantikan oleh bahasa gaul... ahem, yang entah benar atau tidak, jadi Bahasa Indonesia yang dikenal di Internasional. Bayangkan suatu hari saya menemukan setelan di browser Google dengan bahasa "nggak", bukannya "tidak".
Hal ini, jadi Pe-er ya, orang muda? Karena tanpa Anda, tidak akan pernah ada sebuah negara. Benar?


Thursday, 24 October 2013

Exhausting Day

Good Morning, Readers ....

Gaya ya? Biarlah, saya belajar menyapa. :-)
Hari ini saya menulis begini : "Exhausting Day".

Well, pasti tahu lah walau saya tidak jelaskan. Betul, hari ini adalah hari yang melelahkan.
Saya mulai merasa begitu ketika pagi ini naik angkot (lagi), mulai kejar-kejaran lagi dengan waktu dan juga dengan angkot.

Catatan yang bikin hari ini dimulai dengan rasa capek adalah, berangkat buru-buru. Ketika Anda buru-buru, niscaya nafas terengah-engah dan jantung bekerja 2 kali lebih cepat. Jelas hal ini bikin capek.. Kemudian, di angkot. People di angkot, sama sekali tidak ingin terganggu, sehingga tidak ada yang mau menggeser tempat duduknya supaya saya bisa nyempil dikit di jok angkot. Kalau badan saya kecil, mungkin saya akan merasa dirugikan karena jatah duduk saya di angkot cuma sekedar small space dan itu karena saya kecil. Oke, itu baru masalah duduk di dalam angkot. Ada baiknya angkot tidak dilengkapi sofa, karena penumpangnya bisa selonjoran seenaknya.

Yang berikutnya adalah, lari-lari mengejar angkot. Jika mulai ada polisi yang berpatroli, maka harus siap lari-lari melewati tempat Pak Polisi berdiri, karena angkot baru mau berhenti setelah melewati Pak Polisi. Mungkin prinsipnya "Jangan depan guwe ye, brentinye!". Jadi kalo di belakang Pak Polisi, boleh dong?
Mestinya sudah mulai dipikirkan tempat berhenti angkot yang pas, seperti halte bus di negara-negara lain, begitu. Walaupun pada akhirnya akan bikin saya tambah capek.

Selebihnya, saya capek karena termotivasi untuk capek. Hari ini, pagi ini, seperti ada warning, otak saya memutar otomatis daftar pekerjaan atau to do list yang harus selesai hari ini. Banyak sekali yang harus saya kerjakan dan saya sudah bilang capek di awal. Akankah tugas saya selesai? Jika sudah begini, jamin 50% dari hari ini bakalan beneran capek. Untuk itu, perlu diingat bahwa kita perlu maintain mood dan spirit kita di pagi hari. Importante!

Oh iya, saya tidak menolak dan tidak menerima, ternyata memang kalau bukan untuk saya, hal itu tidak akan datang. Pekerjaan yang saya ceritakan kemarin itu, tidak ada yang datang ke saya ataupun saya tolak. akhirnya, Problem Solved. Kalau begini, spirit saya bisa naik lagi.

Happy Working !!!!

Wednesday, 23 October 2013

Tolak atau terima?

Seperti biasa, hari ini juga pagi yang sibuk. Berusaha berangkat kerja lebih pagi lagi agar tidak terlambat dan berharap masih punya spare time buat siap-siap.

Sebetulnya, ada hal yang menggelitik, karena kemarin saya dimintai tolong untuk buat sesuatu, design sih... Tapi ini yang justru bikin tergelitik. Otak saya bilang tolak, hati saya bilang terima.

Biasanya jika ada pekerjaan bareng begini, wajar jika saling minta tolong antar personel. Terlebih lagi yang sifatnya harus selesai segera. Pekerjaan yang punya tengat waktu, menurut saya ini sebenarnya menantang. Semakin besar tantangannya, semakin besar kepuasannya jika selesai tepat waktu. Apalagi jika hasilnya memuaskan. Mission accomplished. Tetapi yang sering terjadi, saya malah terjebak. Karena ingin menerima tantangan, tugas pun diterima walaupun tak menghiraukan kata otak yang jelas harus berpikir bagaimana caranya supaya pekerjaan selesai.

Nah, situasi menjebak ini yang saya antisipasi pagi ini.
Kembali otak saya bilang, ga akan mungkin, kurang waktu, schedule penuh, ga akan selesai. Hati saya menarik-narik, bilang bikin-bikin...bantu-bantu...walahhhh...
Kalo saya terima, jelas waktunya akan jadi problem apalagi kalo stuck ditengah. Kalo ga terima hati saya jerit-jerit, payah...payah...
Jadi tolak atau terima? Jujur, saya blom bisa putuskan. Padahal saya dah nyampe tempat kerja. Hmmmm....

Tuesday, 22 October 2013

Penyelamat

Setelah beberapa hari feeling down, akhirnya hari ini menemukan kesadaran kecil yang terlupakan.

Kenyataan bahwa hal kecil ini sering terlupakan karena tak diperhatikan,  tak diperhatikan karena sering tak diperhitungkan. Dikatakan tidak diperhitungkan karena kecil sekali. Kayak plankton. 

Apapun itu, hari ini feel grateful  karena hal kecil. Ketika people satu angkot (saya naik angkot) menarik napas lega karena dengan naiknya saya ke angkot itu. Mengapa? karena dengan naiknya saya ke angkot itu, berarti angkot segera berangkat dan ga ngetem lagi.

Hehehe.... Otomatis, saya jadi penyelamat ya?
Well, I wonder... Ada peristiwa kecil serupa lagi ga ya,  hari ini? .. Have a wonderful day today!!!

Sunday, 27 January 2013

Aku adalah aku

diambil dari Chicken Soup for the Kid Soul

Aku adalah aku
Takkan pernah ada yang seperti diriku
Aku istimewa karena keunikanku
Aku adalah angan-angan dan mimpi-mimpi
Akulah cahaya
Cinta dah harapan
Pelukan dan kadang air mata
Akulah kata-kata cinta
Aku juga sapuan biru, hijau, merah, kuning, ungu, jingga dan
Warna-warna lain yang entah apa.
Aku adalah langit, laut dan tanah
Aku bisa mempercayai, tapi juga bisa merasa takut
Aku bersembunyi, tapi tidak menutup-nutupi apapun
Aku bebas
Aku adalah anak kecil yang menjelang dewasa
Aku adalah diriku, dan aku menerimanya dengan senang.

Beth Schaffer, 15 tahun

Mimpi anak-anak

Diambil dari Chicken soup for the Kid Soul

Semuanya cukup baik
Semuanya benar
Semuanya layak mempunyai rumah
Dan tempat tidur hangat di malam hari

Semua orang memerlukan teman
Semua orang memerlukan ruang
Semua orang diperlukan sama
Jadi, mengapa mereka saling berlomba?

Mungkin masalah satu-satunya 
Adalah ada yang tidak bisa menerima
Bahwa bukan orang lain yang membuat masalah
Tapi kau sendiri dan aku

Kalau kita mau bekerja sama
Menjadi satu tim, kau dan aku
Mungkin kita bisa membangun kembali dunia ini
Dan membuat impian kita menjadi kenyataan?

Jody Suzanne Waitzman, 13 tahun

Wednesday, 23 January 2013

Penemuan

Diambil dari Chicken Soup for the Kid Soul

Tempat-tempat jauh
Peristiwa-peristiwa yang berlalu
Wajah-wajah yang menarik
Membuatmu tertawa
Membuatmu menangis


Kota-kota yang belum pernah kudatangi
Namun, bisa kulihat
Misteri-misteri tak terpecahkan
Namun, bisa kuuraikan


Di kursi samping tempat tidurku
Gunung-gunung tinggi yang belum kujelajahi
Di halaman-halaman yang kubaca
Tujuh samudra sudah kuarungi


Kisah-kisah di lembaran-lembaran itu
Menggambarkan dengan indah
Fabel-fabel penuh mistis
Hanya buku yang bisa mengutarakannya


Jesse Damazo, 14 tahun.
Published with Blogger-droid v2.0.9

Wednesday, 26 September 2012

Narkoba itu....

At this time, don't get too serious, ok?

Sebagaimana biasanya, orang yang capek bekerja, mencari penyeimbang dan refreshment dengan cara becanda.

Kali ini becandaan yang baru dan bikin saya ngakak-ngakak sambil membelalakan mata tak percaya adalah soal narkoba.

Seperti halnya Alam, pelantun lagi sabu alias sarapan bubur.....saya menemukan lagi hal yg unexpected, diluar perbendaharaan gurauan yang biasa saya punya. Yang sekarang adalah narkoba....yang artinya ternyata : "NAsi goReng, nasi KOneng, jeung BAla-bala...."

Gubrakkk!!! Tak menyangka. Ternyata.
Ya, beginilah dunia saya dan teman-teman di Jawa Barat ini. Permainan kata, kata-kata yang dibolak-balik, singkatan-singkatan, menjadi gurauan lucu yang menyegarkan, di hari sibuk...di hari panas....tetap semangat!!!

(catatan di tengah rapat yang menjemukan. ...... :(  :p   @_^)

Published with Blogger-droid v2.0.9

Saturday, 21 April 2012

Langit Bandung 08:26


Pagi ini, saya sedang berdiri di lantai 3 sebuah bangunan. Langit terang, tapi berawan.

Inilah kota ini saat ini. Langitnya tak lagi biru jernih. Awan yang terlihat itu, bukanlah awan... akan tetapi kumpulan kabut polusi yang menutupi jalannya sinar matahari.

Untuk kota yang sejuk seperti Bandung, polusi seperti ini jadi ancaman bagi para penduduk. Maka jangan heran, banyak terjadi kasus gangguan pernapasan.

Saya jadi ingat, 5 tahun lalu, saya pergi ke dataran paling tinggi di kota ini. Sebetulnya, tempat itu adalah tempat nongkrong, rumah makan... namanaya "warung daweung". Dari situ kita bisa lihat ujung-ujungnya Bandung dari timur ke barat.

Saya melihat kota ini ditutupi awan kabut hitam padahal diatasnya langit cerah dan matahari bersinar terang. Kunjungan saya kesitu adalah yang kedua kali, yang pertama adalah 2 tahun sebelumnya...jadi sekitar 7 tahun yang lalu.

Tujuh tahun lalu, langit Bandung bersih dan terang benderang. Tidak ada polusi. Lima tahun lalu, sudah mulai kelihatan kabut hitam itu dan dalam 2 tahun perubahannya sangat banyak.

Langit Bandung pagi ini, pastilah lebih banyak polusinya dari 5 tahun lalu. Sayang, padahal sinar matahari Bandung itu romantis, dan di langit biru itu tadinya semua cerita ada disana.  Mudah-mudahan segera ada perbaikan yang bisa dilakukan ya... apalagi setelah banyaknya pohon yang hilang. Rasanya kita warga Bandung, harus segera memikirkan upayanya.

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, 12 April 2012

coffee time


I'm designing a template for a new blog-coffee time. It is not just about coffee, but more about the talk in a coffee time....

Published with Blogger-droid v2.0.4

Friday, 28 October 2011

Cinta itu..., siapa ya?


Bingung karena akhir-akhir ini banyak yang bicara soal cinta
Akhirnya saya nulis juga. 
Ga sih, ga dari dapat cerita cinta langsung nulis. 
Tepatnya saya jadi kepikiran, dan ga nemu jawabannya. 
Padahal, orang yang cerita ma saya belom tentu nyari jawaban dari saya.

Awalnya ada beberapa kejadian, bermula ketika saya bertemu dengan kawan-kawan. Kawans ini  beda umurnya jauh dengan saya. Kami sering berkumpul bersama, mengobrol, saling curhat, minta pendapat.  Sebetulnya, jujur saja, di hati saya terselip pertanyaan, mengapa mereka doyan banget ngobrol ama saya. Mungkin gaya saya yang masih ngocol dari dulu sampe sekarang, belom banyak berubah. Tapi inti-intinya, mereka banyak bercerita soal cinta.

Begitu juga ketemu dengan kawan-kawan lain diluar itu. Ceritanya banyak kawan nieh? Ga gitu juga kali... tapi emang iya, akhirnya semua bicara cinta. Saya penasaran, cinta itu,... siapa sih? Mengapa dia jadi perbincangan, mengapa dia selalu dibicarakan, apa dia bangga dengan dirinya karena orang-orang selalu mencari dia dan ingin mendapatkannya. 

Saya jadi bertanya juga pada diri sendiri, siapa itu cinta, apakah saya telah memilikinya. Apakah dia pernah saya temui entah dimana? Apakah pernah saya mengharapkannya, apakah pernah saya menginginkannya? sedahsyat apa kekuatannya, bagaimana gejalanya..?

tobe continued - nyari dulu ah....

Wednesday, 7 September 2011

Memaafkan orang lain

Beatrix Roos (@beatrix_roos) has shared a Tweet with you:

"Mario__Teguh: Memaafkan itu terkadang sangat berat namun dibandingkan beban yg kamu pendam saat tdk mau memaafkan itu lebih berat lagi."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/111391043940913153

Published with Blogger-droid v1.7.4

Saya adalah seorang pendendam. Pendendam dalam arti sering menyimpan marah di dalam hati, dan selalu berusaha bersikap baik-baik saja di hadapan orang yang membuat sakit hati. Kadang, dengan tidak tulus saya berkata saya memaafkan dan menerima saat seseorang meminta maaf pada saya. Di dalam hati, diam-diam saya selalu mencatat kelakuan dan perkataan orang-orang yang pernah menyakiti saya. 

Tentang catatan itu, saya mencatatnya secara permanen, tidak bisa dihapus. Saya juga tidak mau berusaha menghapusnya, saya memanjangkan catatan kesalahan orang lain, saya mencatatnya dalam hati saya. Entah untuk tujuan apa, akhirnya makin lama semua jadi bertumpuk. 


Kalau dilihat, secara pergaulan saya ini  adalah termasuk kaum minor. Tidak terlalu bisa bergaul, hingga pada akhirnya suatu saat, saya memilih jadi tidak mau bersusah payah bergaul. Dalam kumpulan, saya lebih memilih untuk diam dan sendiri, karena saya tidak mau bersusah payah menyesuaikan diri, tidak mau repot ikut pembicaraan-pembicaraan umum, apalagi ber gosip. Saya hanya bersikap "Leave me alone, saya tidak mau mengganggu dan tidak mau diganggu!" Saya merasa nyaman dengan sikap saya itu.

Dan dalam keadaan seperti itu, jika ada yang berani,menyenggol, mengganggu kenyamanan saya yang seperti itu, saya akan marah. Apalagi bila perkataan dan perlakuannya membuat saya sakit hati, saya akan segera mengeluarkan buku catatan dendam dan mencatatnya secara permanen. 

Itu baru contoh hal yang kecil-kecil, bagaimana dengan yang besar? 
Saya menyimpannya dalam sebuah lemari khusus di hati saya. 
Cerita saya disakiti keluarga, dicerca, dituduh, difitnah, semuanya lengkap-kap didalamnya. 
Jika ditanya, pernahkah saya mencoba membuka kembali dan memaafkan, jawabnya tidak pernah. 
Di dalam pikiran saya, saya berpendapat, mengapa saya harus memaafkan mereka yang selama ini, satupun belum pernah ada yang minta maaf atas perlakuan mereka pada saya. Sungguh tidak sebanding dengan apa yang saya lakukan. Saya, si pendendam ini, sedikitnya tahu caranya minta maaf, dan itu saya lakukan. 

Jika saya melakukan kesalahan, saya orang pertama yang akan berdamai dan minta maaf. Sebaliknya jika ada yang bersalah pada saya, dan minta maaf, saya tidak akan mendendam padanya, walau saya akan masih mencatatnya.

Ya, saya si pendendam. Kali ini membaca catatan di atas, bersamaan dengan saat saya sampai pada suatu masa dimana dendam lama terbuka kembali. Persoalan sama, cacian yang sama, kena fitnah juga. Apakah saya mau terus dengan beban ini? Ataukah saya harus pilih : Let it Go! 

Persoalan ini berulang dan masih terus bergulir dari dulu hingga sekarang. Hanya kadang ada tangan yang menekan tombol Pause. Entah itu tangan siapa. Capek dan bosan dengan persoalan yang bergulung-gulung seperti bola salju, pada suatu titik saya merasakan beban saya tambah berat saja. Suatu saat, saya menemukan kata-kata di atas dan memikirkan kebenarannya. Tergugah, dalam hati bertanya : Haruskah saya memaafkan untuk kali ini? 


Pribadi menyenangkan

Beatrix Roos (@beatrix_roos) has shared a Tweet with you:

"Mario__Teguh: Kalau kita menginginkan hubungan yg baik dgn orang lain tetap terjaga maka kita harus menjadi pribadi yg menyenangkan."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/111387187265814528

Published with Blogger-droid v1.7.4


Pertanyaannya adalah, bagaimana seandainya kita sendiri punya kepribadian yang sulit disebut menyenangkan orang lain


Kadang saya juga bertanya, mengapa kita harus menjadi pribadi menyenangkan, seandainya diri sendiri dalam keadaan tidak senang.. maka harus bagaimana? Apakah dalam dunia pergaulan, orang lain lebih utama dari diri sendiri?

Saya tidak menganggap statement ini salah. 
Betul, semua orang senang bergaul dengan orang yang menyenangkan. 
Tapi sebelum menjadi pribadi yang menyenangkan, baiknya jadilah diri sendiri. 
Menurut saya, tak apa jadi pencemberut, penggerutu, asalkan dalam batas yang wajar. Pencemberut, penggerutu, juga bukannya tidak punya sisi baik kan? 


Jika selalu sisi menyenangkan yang kita lihat, suatu hari ketika pribadi menyenangkan itu  sedang tidak bisa menyenangkan, apakah masih ada yang akan tinggal bersamanya. 


Mustahil, jika semua arahan yang diterima, anda harus jadi pribadi menyenangkan buat orang lain.  

Menurut saya, jadilah diri sendiri. Cintailah dirimu sendiri. Setelah itu baru kau bisa memancarkan suka cita  buat orang lain.

Monday, 5 September 2011

keteguhan..

Beatrix Roos (@beatrix_roos) has shared a Tweet with you:

"Mario__Teguh: Keteguhan mengiringi jalan kesuksesan seseorang; Tekad & kegigihan dibutuhkan untuk sampai ke arah tujuan."
--http://twitter.com/Mario__Teguh/status/110685180095762432

Published with Blogger-droid v1.7.4



Jika dikatakan tidak mau sukses, tidak ada yang tidak mau sukses. 
Semua dari kita ingin sekali mencapai yang namanya sukses. 
Hanya saja jalan yang ditempuh pasti akan berbeda. 

Perbedaan itulah yang kadang jadi jelas terlihat. 
Teman yang satu sudah punya rumah, belum beristri. 
Yang satu lagi sudah berkeluarga tetapi rumah belum terbeli.

Tolak ukur kesuksesan juga berbeda. 
Tergantung dari apa yang menjadi target orang tersebut, yang ini memang tak pernah bisa sama. 
Namun dari semuanya, berusaha mewujudkan, mencapai hal yang diinginkan, meraih sukses.. memerlukan keteguhan. 
Artinya ketetapan hati sikap dan pelaksanaan yang dipegang untuk mencapai tujuan.
Perlu tekad alias niat yang kuat, serta kegigihan, usaha terus menerus yang keras demi mencapai tujuan.

Sekedar mengingatkan, untuk diri sendiri dan semua yang mau baca blog ini. Kadang kita mengalami putus asa di tengah jalan. 
Kadang tanjakan terlalu curam sehingga sulit mengayuh mencapai puncak bukit. 
Maka kembalilah kepada niatan awal, apa tujuan kita. 
Sertai dengan tekad dan doa, serta dengan usaha yang gigih. 
Terus berusaha, sampai ke tujuan.

Sunday, 7 August 2011

Bandung minggu pagi

Keren selali melihat Bandung pagi hari.
Cuacanya, hawanya, warnanya...
Published with Blogger-droid v1.7.4

Monday, 6 June 2011

Catatan Senin 5 Juni 2011

Satu cerita tentang akar ...


Belajar dari AKAR
Ia begitu GIGIH mencari air
Menembus tanah yang keras
Demi sebatang pohon
Ketika pohon tumbuh dan rimbun
Memiliki bunga indah
dan lalu berbuah
Banyak orang memuji pohon tersebut


Apakah akar mendapat pujian?
Tentu tidak!
Tak ada yang melihatnya
Ia tersembunyi di dalam tanah
Terus melakukan tugasnya
Tanpa mengeluh !!!


Dari cerita akar ini, kita belajar tentang ketulusan  dan kerendahan hati. Perbuatlah dengan segenap hatimu, maka bunga yang indahpun pasti akan muncul. Tabah dalam setiap perjalanan. Bersabar dan tak goyah dalam banyak cobaan.


Well, semoga tulisan ini jadi inspirasi bagi yang membacanya.
Selamat beraktifitas !!!

Monday, 28 February 2011

Back To The Old Day (Part 1)

Back to the old day
I remembered the grass
The stone, the land
Here was the place
Where my journey started to begin
And let me have a precious memory

Here in this place
I met most of the gracious person
Who can see without even have to look
Who can feel the deepest of others
Who can sense only
But the sense was sharper than us the normal one


In their world
There's only darkness
But in their Blindness
They see more than I do
They know more than you do
They feel more than us
What an incredible person

No matter how hard their life is
They never give up their difficulties
They try and try to break through the limit
And get succeeded

How amazing they are
How Great The Lord !!

This is what I feel   when I got back again to the "Wyata Guna - Bandung".
It is one of several place for Tuna Netra in Indonesia, where people that loose their vision, educated and learn how to survive their life. I went there when I was 13 years old, when I was in secondary school. I was reading for them, and became their eyes at that time.  From them, I learn so many things, including my English. They were good in English Literature, They sometimes made my spelling better by making a correction on my pronunciation. I sometimes help them to write a letter. Hmm.. amazing and incredible person lives there.

And now, in this year, I come back again to that field, where people usually gather around and play soccer. They use the ball that have sound, and follow the sound only. No matter what, they tried to make a goal. Fun, isn't it? Sometimes, they fall, or bump into each other. And it was the fun I know. They enjoy the game and cheer up for their friend.

For this I thank God for the entire life, and I promised once that I wouldn't lost my spirit in life just because of some burden or barricade. Compared to them I have more, and I should not loose my spirit. As they try, I also have to try my best.(From Wyata Guna, Jl. Pajajaran Bandung - February 2011)



Friday, 18 February 2011

Lagu Daerah - Kebudayaan

Hari selasa pagi, seperti biasa, saya selalu jadi sasaran empuk bagi orang-orang sekitar saya. Dari mulai sekedar tanya-tanya tentang hal yang kurang mereka mengerti, sampai memberi tugas yang amat deadline.

Tingkat kesulitan tugas yang diberikannya sangat beragam, dari yang mudah banget, seperti kata perumpamaan : seperti membalikkan telapak tangan,  sampai yang susah banget, “ngerjainnya aja ampe keringetan”…

Nah, Itu baru gambaran dari tingkat kesulitan alias levelnya. Kadang tugas jadi parah karena ketidaktersediaan bahan penunjang pengerjaan tugas. Kalau sudah begini, produksi keringat yang segede jagung bertambah  dengan mata melotot dan hidung kembang kempis dan perasaan mendadak ingin melahap semuanya. (Kalo meja bisa dimakan pasti juga di – hap!).

Pas Selasa pagi kali ini, saya sempet tertipu. Ketika diberi tugas, cepat saya menyanggupi. “Mudah… !! “ dalam hati saya. Hanya bikin lagu medley, apa susahnya.. tinggal gabungin aja. Kebetulan, permintaannya begitu, hanya menggabungkan lagu-lagu daerah Jawa Barat alias Sunda. Ya,  beberapa potongan lagu sehingga seperti medley. Terbayang sudah mau cari bahan di mana.

Browsing ke sana-sini, situs itu–ini, ternyata saya kecewa berat. Bahannya jarang ditemukan. Yang saya cari adalah lagu sunda, antara lain : Manuk Dadali, Tokecang, Pileuleuyan, Es lilin, Bubuy Bulan. Ya.. sekitar lagu-lagu yang semua orang tau. Saya berniat mencari versi jadul alias jaman dulu. Yang saya temukan ternyata kebanyakan sudah dibuat dalam bentuk techno atau disco. Masalahnya, saya juga tidak ingin yang cuma instrumental saja, harus ada penyanyinya.

Betul, saya berkeringat jadinya. Susah. Sulit menemukan versi asli atau mendekati asli. Malah saya menemukan lagu Tokecang yang dinyanyikan anak-anak, yang sudah dirubah kata-katanya alias diplesetin :

“Tokecang, tokecang
Kang Toto lari kencang
Tokecang tokecang
Lari ke kebun kacang…
Tokecang tokecang
Kang Toto tunggang langgang
Tokecang Tokecang
Lari kecebur empang”

Satu lagi :
“Cingcangkeling Manuk cingkleung cindeuteun
Cingcangkeuling makan kacang sambil mancing ”

Euleu..euleuh…!! saya ga mau nyebutin sapa yang nyanyi, tapi beneran ada yang ajaib gini. Plesetan abis!

What ?!!
Jujur itu reaksi saya yang pertama kali muncul. Merusak lagu itu namanya. Bukan membudayakan tetapi mengubah lagu menjadi kehilangan artinya sama sekali. Kecewa berat saya, akhirnya hanya ambil lagunya Jalan Braga, Bubuy Bulan dan Pileuleuyan. Pas kebetulan ada.

Akhirnya karena tugas ini dan menemukan fakta yang demikian, saya jadi mikir. Sudah berkurangkah peminat lagu tradisional atau daerah?
Sekarang lagu daerah kurang terdengar gaungnya, bahkan kalah sama cinta satu malam atau Keong racun

I bet most of our Indonesian children know these 2 songs, but anyone of the children can sing Ayam den Lapeh or Manuk dadali? Never know…

Jaman saya kecil, lagu daerah itu wajib tahu. Jaman sekarang ? Pencipta lagu Indonesia Raya saja belum tentu tahu. Pernah sih, ada kejadian yang bikin nyengir, waktu itu anak kecil nanya sama saya : “W.R Supratman tuh siapa sih?” Wah… jangan-jangan ndak tahu lagi W. R itu singkatannya apa. Gawat !!

Begitulah, sekilas tentang tugas saya hari itu. Tidak berhasil dapat lagu daerah yang diharapkan, saya jadi ngedumel panjang pendek. 


Sedikit pemikiran tentang kebudayaan : 
Jika kita sendiri tidak sadar dengan adanya kebudayaan kita sendiri, tidak mungkin usaha melestarikannya berhasil


Makanya, jangan kaget kalau suatu hari tiba-tiba di claim sama orang lain. Wajar aja, wong lagu daerah sendiri aja ga tau, apalagi sampai diplesetin. Wah!

"Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyindir siapapun, hanya untuk menggugah pemikiran yang membaca, siapa tau bisa ngasih masukan yang berharga".

Friday, 21 January 2011

Aku Jadi Tahu

Awalnya karena ribut-ribut : “Buku Ding-Dong!! Buku Ding-Dong!!!” , maka saya coba untuk mencari buku tersebut di perpustakaan. Ternyata buku yang disebut-sebut itu berbentuk komik alias cerita bergambar. 

Berisi  tentang pengetahuan umum, merupakan karya dari Kim Seok-Ho dan Kim Seok-Cheon dengan judul  3 menit belajar pengetahuan umum, ditujukan bagi anak-anak, namun orang dewasa boleh juga baca. Dengan tokoh utamanya yaitu Ding-dong, yang mempunyai teman bernama Pingu dan punya Paman seorang penyihir, merupakan cara yang menarik untuk menyajikan pengetahuan dengan cara dibuat bergambar.

[Biasanya kan baca buku ilmu pengetahuan yang ada eneg aja..!]

Habis baca buku ini, saya jadi tahu alasan yang rasional tentang hal-hal ini :

Cuka mencegah keracunan makanan
Cuka memiliki daya sterilisasi untuk mencegah disentri dan tifus.

Kegunaan lain dari Arang
Lubang-lubang mikro pada permukaan arang kayu yang terbentuk karena proses pembakaran, berfungsi sebagai penyaring, terlebih dalam system penyaringan air bersih.

Cegukan timbul saat lambung membesar
Cegukan adalah suara yang ditimbulkan oleh getaran diafragma ketika lambung membesar. Cegukan bisa disebabkan oleh makanan pedas atau makanan yang dimakan bersamaan dengan waktu bernapas. Cara menghentikannya adalah dengan cara menahan napas atau dikagetkan, bisa juga dengan air es.

Ketidakcocokan antara Gula dan Tomat
Saat memecah gula dalam tubuh kita, vitamin B yang dikandung tomat bisa hancur. Makan buah lain pun tidak baik dimakan dengan bersama gula. Buah sendiri  mengandung banyak zat gula, seperti fruktosa, glukosa, dll. Bila ditambah gula, zat gulanya akan terlalu banyak hingga mengganggu penyerapan nutrisi lain.

Ketidakcocokan lobak dengan obat tradisional
Salah satu bahan dalam obat tradisional berfungsi untuk menambah darah. Lobak sendiri mengandung zat diastase yang berfungsi mencerna makanan. Bila dimakan bersama obat tradisional, zat yang berguna pun akan terbuang keluar, sehingga khasiat obatnya berkurang.

Kafein di dalam kopi
Kalau minum kopi secukupnya, otak akan terangsang untuk melancarkan proses pencernaan dan peredaran darah. Makanya bila minum kopi pada saat ngantuk atau lelah, kepala akan terasa ringan dan daya konsentrasi pun meningkat. Tetapi karena kopi memperlambat waktu bagi otak untuk menerima informasi baru, kita akan merasa otak menjadi lamban. Lagipula, kecepatan tubuh menghancurkan kafein pada anak lebih lama daripada orang dewasa. Karena itu, lebih baik anak-anak menghindarinya. Menurut hasil penelitian, bila anak minum kopi bersama kola dan cokelat, kemampuan belajarnya akan menurun.

Rahasia dibalik rasa disengat dan kentalnya kola
Minuman soda mengandung karbon dioksida. Mata air mineral yang mengandung karbon dioksida menghasilkan sensasi meletup, dan inilah yang mau ditiru orang dengan membuat minuman bersoda. Karbon dioksida dimasukkan ke dalam air yang sudah dicampur dengan pengharum dan pewarna, lalu tekanan udara dinaikan dalam botol dan ditutup. Kola tidak berasa lagi bila karbon dioksidanya sudah menguap ke udara.

Sarapan secukupnya
Kebutuhan glukosa untuk kegiatan otak hampir habis 12 jam setelah makan. Sejak makan malam sampai pagi hari berikutnya, tubuh terus membutuhkan energi. Pada saat seperti ini, meski tidak sarapan, tubuh tetap melakukan kegiatan pencernaan yang membuat glukosa dengan asam lemak yang dipecahkan di dalam tubuh. Karena itu, tubuh akan terasa cepat lelah, dan akibatnya konsumsi makan siang dan makan malam bisa berlebih, sehingga membuat tubuh dalam keadaan tidak normal.

Minum saat makan mengganggu pencernaan
Pencernaan karbohidrat, yang merupakan komponen utama nasi, dilakukan di usus kecil. Akan tetapi, kalau nasi dicampur air, alkali dalam usus kecil tidak bisa bertahan dan pencernaan pun terganggu. Air ini melemahkan fungsi enzim pencernaan di getah lambung. Karena itu, sebaiknya tidak minum selama makan. Demi kesehatan, sebaiknya tidak minum dulu 30 menit sebelum dan sesudah makan.