Thursday, 18 February 2021

Friend

 I feel alone

Where are you, Friend?

I feel I should find you

Where are you, Friend?


I want to see you

I want to smile with you

I want to listen to you

Walk with you


Where are you, Friend?

Thursday, 15 August 2019

Keep Moving

After some times
being stopped by blockhead
I decided to continue writing

you know, the feeling
if you suddenly lost an idea
don't know where where to go
with your writing
you don't know where the story will bring you
and finally you feel all your effort is useless
you stay stuck, cannot say a word
cannot type a word

 Free to Write
Like someone trapped inside a locker
you cannot move freely
Expressing idea or opinion
or even tells your story to others.

You feel you are disable
You would like to move
but you are not able to do it

Until someday, you see the light
and you can hope that you will be free again.

This will make want to move.
Once you are free, you will have to keep moving...

"Life is like riding a bicycle, to keep balance, you need to keep moving ~Albert Einstein~"

Thursday, 20 June 2019

Mereka membuatku begini...

Mereka membuatku begini..

Membuatku begini seperti larut dalam emosi labil
Dalam suasana yang membawa perasaan
Baper...

Kim Dan
Young Gu

If only  you know what I mean

Too much drama, too many sweet scenes
Makes you dizzy automatically...

Thursday, 26 January 2017

Mendongeng

Mendongeng adalah kegiatan menceritakan cerita untuk orang lain, bisa dilakukan dengan cara menceritakan, atau dengan membacakan.  Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh orangtua, kebanyakan Ibu. Dilakukan di malam hari, ketika buah hati masuk ke dalam waktu tidur, membacakan cerita-cerita menarik untuk anak-anaknya.

Mendongeng, sebetulnya adalah peristiwa mentransfer, dimana dipindahkanlah nafas, imaji, keinginan, teladan, diharapkan memberikan pengaruh baik bagi yang mendengarkan. Memberikan teladan baik bagi yang menyimak. Disinilah gita batin berdenting, melalui kedekatan anak dan orang tua, tercipta untaian tali batin.

Sang Ibu membacakan, di dalam nafasnya yang lelah setelah seharian mengurusi rumah yang tidak habis-habis dan tidak beres-beres ceritanya. Ibu menjadi tokoh utama dalam dongeng yang diciptakannya sendiri. Anak yang hatinya bergetar, mendengarkan dengan seksama setiap kata-kata yang dikatakan oleh Ibu, melintas cerita ke dalam imaji, menghantar mimpi dalam tidur lelap.

Indah ya?

Adakah kita pernah ingat orangtua yang membacakan cerita pengantar tidur? Ataukah kita sendiri yang mengantarkan tidur anak dengan mendongeng?

Walaupun hanya singkat, cerita pendek, tetapi getaran suara kita yang beresonansi, mampu menembus kalbu anak. Untuk itu, bacakanlah cerita baik dan teladan, agar kebaikan tinggal di hati anak kita. Ceritakanlah mimpi, agar kuat keinginan anak kita untuk meraih mimpinya. Hembuskan nafas baik agar baik hasilnya di masa depan.

Friday, 28 October 2016

Hari Sumpah Pemuda 2016

Hari ini adalah hari Sumpah Pemuda.
Di tahun 2016 ini, kita merayakan kembali semangat para pemuda yang berkumpul untuk memerdekakan negara kita, Indonesia.

Actually,
I feel a little bit disappointed for our young generation nowadays.
I cannot tell explicitly why, but I really hope that our young generation will focused more on the country's progress matter.
I hope they won't waste their time and effort for small matter that sometimes unimportant.

Happy 88th Sumpah Pemuda Day

Wednesday, 21 September 2016

Saturday, 2 January 2016

Renungan awal tahun 2016

MANUSIA  seperti Sebuah BUKU

Cover Depan tertulisTanggal Lahir
Cover Belakang tertulis Tanggal Kematian.
Tiap lembarnya Adalah Catatan Tiap Hari dalam Hidup kita,
dan apa yang kita lakukan.

Ada Buku yang Tebal,
Ada Buku yang Tipis,
Ada Buku yang Menarik diBaca,
Ada yang sama sekali Tidak Menarik.

Sekali ter Tulis Tidak akan pernah bisa di-Edit lagi.
Tapi Hebatnya, seBuruk apapun Halaman sebelumnya, ...
Selalu terSedia Halaman selanjutnya ..
yang Putih Bersih, Baru dan Tiada Cacat.

Sama dengan Hidup kita,
seBuruk apapun kemarin,
Tuhan selalu menyediakan Hari yang Baru untuk kita.
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang Benar dalam Hidup kita setiap harinya.

Kita selalu Bisa Memperbaiki keSalahan kita ..
dan melanjutkan Alur Cerita kedepannya, sampai saat usia kita berakhir, yg sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Ya Tuhan untuk hari-hari yang telah kami lalui ..

Syukurilah Hari yang akan datang dan Isilah Halaman Buku keHidupanmu dengan hal2 yang Baik semata.

Dan .. jangan pernah lupa,
Untuk selalu berTanya kepada TUHAN, ..
Tentang apa yang Harus diTulis Tiap Harinya.

Supaya pada Saat Halaman Terakhir Buku keHidupan kita selesai, ...
Kita dapati Diri ini ..
Sebagai Pribadi yang Berkenan kepadaNYA.

Dan Buku keHidupan itu Layak untuk dijadikan Teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat Menulis di Buku kehidupan-mu.
Menulislah dengan Tinta Cinta dan Kasih Sayang, serta Pena keBijaksanaan.

Aku berDoa dan berHarap agar Roh Kudus selalu menyertai setiap langkahmu.
Karena Dia tidak pernah menjanjikan ..
Bahwa Langit itu selalu Biru, Bunga selalu Mekar, dan Mentari selalu berSinar.

Tapi ketahuilah ...
Bahwa Dia selalu memberi Pelangi di setiap Badai, Senyum di setiap Air Mata, Berkah di setiap Cobaan dan Jawaban di setiap Doa.

Kita telah menulis di atas lembaran Tahun 2015.
Harapan selajutnya pada Halaman2 yang Baru nanti di Tahun 2016  ..
Berisi sesuatu yang Selalu Lebih Baik.

Ya Tuhan ajarlah kami menghitung Hari2 yang akan kami lewati,
Agar kami beroleh Hati yang Bijaksana ..
Selamat TAHUN  BARU  2016