Saturday, 8 May 2010

Masih dari Edensor

Ada kata-kata yang ingin saya tulis disini. Hanya sebagai pengingat, penyemangat.. karena ketika saya membaca kalimat-kkalimatnya, saya merasakan gairah yang sama :

"Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains.

Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka.

Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium : meletup tak terduga-duga, menyergap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai dan berpencar ke arah yang mengejutkan.
Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing.
Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang-gemintang.
Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin dan menciut disengkeram dingin.
Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan.
Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup! "

How I love to feel in an adventure!!!

hidup dan Kebetulan


Saya menyukai tulisan yang terdapat di bagian depan dari bukunya Andrea Hirata yang berjudul EDENSOR. Saya tersadar akan kebenarannya dan setuju dengan tulisan itu. Tulisannya begini :


" Hidup dan nasib bisa tampak
berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis,

namun setiap elemennya adalah
subsistem keteraturan
dari sebuah desain holistik yang sempurna.

Menerima kehidupan berarti

menerima kenyataan
bahwa
tak ada hal sekecil apa pun
terjadi
karena kebetulan.

Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan
."


Apapun itu .. pasti ada maksud tertentu di balik perjalanan kita, segalanya telah diatur.. apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di hari nanti. Untuk itu, tanamlah bibit yang manis, usaha yang manis agar suatu hari bisa memetik buah yang manis pula.

Thursday, 6 May 2010

Ken Kitamura

Friends ...
Kali ini saya mencoba mengambil gambar dan mencoba menjadikannya lain, menurut versi saya..
Intinya mah, saya mengedit gambar yang sudah ada untuk dijadikan gambar baru. Karena selalu GEMES... sama permainan gitarnya, maka saya memutuskan untuk MEMUJA sang Gitaris lewat gambar ini. Mudah-mudahan gambarnya bisa dinikmati sebagai apresiasi saya akan effort beliau yang sudah menciptakan nada-nada indah dari gitarnya.

Ken Kitamura's picture after edited

Well, here is Ken Kitamura's Picture.





Tuesday, 4 May 2010

Feeling Fine?

When I feel misarable
I often hear this song..
I just don't know
Perhaps it is the beat
That makes me keep running.

Well, enjoy this clip, okay?




Hitomi no Jyuunin

Lagunya Larc~en~ciel.. udah lama tapi masih enakeun. Di bawah ada teks dan tranlate nya.. enjoy...!!!



Kazoekirenai demo sukoshi no saigetsu wa nagare
Ittai kimi no koto wo dorekurai wakatteru no kana
Yubisaki de chizu tadoru youni wa umakuikanaine
Kidzuiteiru yo... fuan sou na kao kakushiteru kurai
Isogiashi no ashita e to teikousuru youni
Kake mayotte temo, fushigi na kurai
Kono mune wa kimi wo egaku yo

Miagereba kagayaki wa iroasezu afureteita
Donna toki mo terashiteru
Ano taiyou no youni naretanara

Mou sukoshi dake,
Kimi no nioi ni dakareteitai na

Soto no kuuki ni kubiwa wo hikare

Boku wa se wo muketa


Shiroku nijinda tameiki ni shirasareru
Toki wo kurikaeshinagara futo omou no sa

Naze boku wa.. koko ni irundarou?


Soba ni ite... zutto
Kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wa
sono
Hitomi ni sundeitai


Dokomademo... odayakana shikisai ni irodorareta
Hitotsu no fuukeiga no naka yorisou yuoni

toki wo tomete hoshii ....
eien ni

Soba ni ite... zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
Utsuriyuku shunkan wa
sono hitomi ni sundeitai
Itsu no shi ka... azayaka na kisetsu e to tsuredasetara
Yuki no youni sora ni saku
Hana no moto e ...
hana no moto e…


Terjemahannya :

I couldn’t count how long, but it has been a little while
Still, I wonder ... what do I really understand about you?
Tracing the map with my fingertips
It doesn’t really get me anywhere
As I realized the uneasiness in your face
That you have been trying to conceal
As if resisting my path to the restless future
In the end I’m only running in circles.. it’s strange
That my heart still sketches you

As I look up, overflowing fading radiance
Shining forever no matter how long
Just like that sun.. if only we could be
Just a little longer
I want to be embraced in your scent
The outside atmosphere glitters on my collar
..
As I decided to turn my back

I learned as my sigh blurred in white
Repeating back in time.. a sudden thought wander..
Why am I still here?
By your side.. always

I want to see your smiling face
With each changing moments
in your eyes
I want to live

No matter how far, in a place painted in gentle hues
In that one scenery that brings us together

I want to stop the time forever

By your side always
I want to see your smiling face
With each changing moments
In your eyes I want to live

Someday.. towards the shimmering seasons

If I can take you there
To the flowers blooming in the sky just like snow
To the flowers…

(ppssstt !! should I make a confession ? Right! Somebody had given me this song just to told me that he'd think of me... cool, huh? Well, I'd be glad if it happened for real. Unfortunately, it only one of my hidden dreams. HUHUHU.. Love you Ken Kitamura!! )

Monday, 3 May 2010

No Pain No Gain


Awalnya, gara-gara menertawakan seorang teman. For your information, he's kind of fat but actually he's nice.  He's my college friend. Mengapa saya mentertawakan? karena fatty tadi.  Faktor yang menjadi kekurangan sekaligus kelebihannya. Kekurangannya adalah jadi ga slim, kelebihannya adalah kelebihan berat badan, apa coba?

Tapi saya suka berteman dengan dia. karena dia sangat percaya diri, percaya keajaiban, apalagi percaya bahwa itu tadi.. no pain.. no gain.  Katanya, kalo mau berhasil, harus menempuh percobaan dulu. salah satunya adalah dikatain gendut sama saya.

Sebetulnya saya setuju sama statement dia. Nggak ngerasain sakit, ga akan berhasil. Ga jatuh bangun, nggak akan sukses. Ada sih, emang .. orang - orang yang sepertinya sudah beruntung dari lahir.. sampai ga akan merasakan pain itu tadi, langsung aja terbilang berhasil. Kondisi ini ga dimiliki semua orang, termasuk saya.

Kalo bisa saya melukiskan, orang seperti saya itu ibarat mbok-mbok yang lagi jalan di tanjakan, membawa karung beras ukuran besar. Jalannya tertatih-tatih dan udah kelelahan. Tapi setelah tanjakan, saya bakal menemukan istana tempat pangeran dan putri tinggal. cuman saya yang bisa kesana. Itu juga karena status saya yang pelayan.Saya percaya, penderitaan hari ini akan dibayar nanti. Seperti mbok-mbok itu, jika ia sabar dan tabah serta kuat, ia akan sampai ke istana. Kalau saya, mungkin sabar udah ga bisa, tapi saya mungkin kuat dibanting. Ga ada tulisan " Fragile " di bokong saya. Saya juga mungkin juga bisa tabah. dikata-katain, di cemoohin.. saya diem aja menabahkan diri.

Saya percaya ada segunung hadiah di ujung perjalanan saya. Asal.. hari ini saya mau melalui dengan tabah dan tetap kuat dalam cobaan.

Simple but uneasy, right?

Are you willing ?

Apakah kau bersedia?

Kalimat ini selalu ditanyakan, terlebih pada saat menghadap altar. Anda diminta menyatakan kesediaan secara sukarela akan situasi ataupun kondisi beserta konsekwensi tertentu.  Apakah Anda bersedia, mencintai, menghormati dalam untung dan malang, dalam susah dan senang, bahkan dalam keadaan tak berdaya dan sakit.

Seorang teman, minta saya untuk memberikan pendapat. Teman ini sedang Fall in love with somekind of man, yang menurut dia very nice, responsible-person, caring plus understanding. Teman tertarik dan ingin mencoba memulai suatu hubungan dengan orang tersebut. Tetapi,  ia ragu karena orang yang menurut dia nice itu punya latar belakang yang rumit dan situasi sekarang pun tidak begitu baik. Family Background juga menjadi bahan penilaiannya. Secara pribadi ia baik, namun ketika dikembalikan pada masalah keluarga, mungkin ini ya, masalah keluarganya belum solved sampai saat ini. Menurut teman saya, inilah yang ia khawatirkan. Bagaimana bisa membangun keluarga, bila nantinya masalah keluarga akan terus merecoki hubungan mereka, dan teman saya belum siap untuk itu.

Setelah mendengar,saya hanya bisa menyampaikan judul diatas. Apakah kamu bersedia mencintai dia apa adanya? Teman saya mengangguk. Bagaimana ketika dia jatuh alias jobless? Teman saya nyengir.. ga mungkin, jawabnya.  Terus saya lemparkan padanya pertanyaan-pertanyaan sebagai pertimbangannya. Mungkin sampai saat ini teman saya itu, belum juga mendapat jawabannya. Terus terang, ia bilang.. pertanyaan saya berat-berat.

Saya jadi ingat, ketika saya dihadapkan pada situasi yang sama. Disebelah saya, duduk the loves one.. saya memandangnya, dan membayangkan dia sudah tidak bergigi.. rambut putih semua, pakai tongkat. Apakah saya masih mau menerimanya? Saya juga membayangkan, jika ia terbaring tak berdaya, amit-amit.. siapa juga yang mau, tapi seandainya… apakah saya mau merawatnya? Menemaninya? Menggenggam tangannya, seperti sekarang?

Juga jika saya dihadapkan pada masalah-masalah di luar hubungan kami secara personal, bagaimana saat kami diterpa masalah dengan pihak lain, apakah saya akan mengibaskan tangannya dan meninggalkannya?

Teman saya masih nyengir, saya jadi nyengir juga. Saya jadi ingat buku cerita Lucky Luke kalo ga salah judulnya Lucky Luke's Fiancee. Ada pernyataan Lucky Luke yang saya ingat sampai saat ini, kalo ga salah, kurang lebih seperti ini  :

“ Pernikahan adalah mau menerima permasalahan yang sebetulnya tidak akan ada jika kita sendiri ”.
Begitu kira-kira. 
Jadi, teman… how’s your answer? I guess it’s up to you ya….